Dukun Magang Hadirkan Horor Komedi Tentang Mahasiswa Dan Dunia Perdukunan
JAKARTA, suarapembaharuan.com - Rumah Produksi Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures kembali merilis sebuah film bergenre horor komedi berjudul Dukun Magang yang menawarkan penggabungan cerita horor dan komedi yang berbeda dengan mengandalkan porsi humor yang lebih besar dibanding unsur seramnya dengan mengandalkan komika-komika berbakat sebagai sumber kekuatan dalam filmnya.
"Lewat film ini, kita coba menggali benturan logika modern dan kepercayaan tradisional yang biasa digunakan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya. Dimana kita berusaha menawarkan cerita ringan penuh nuansa komedi yang dibalut kisah mistis dengan mengandalkan komika-komika Indonesia untuk menguatkan ceritanya," ungkap Chiska Doppert selaku sutradara Dukun Magang saat ditemui di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Dilanjutkan Chiska, lewat film ini mereka berupa menyajikan konsep 80 persen komedi dan 20 persen kisah horornya untuk memberikan rasa nyaman penonton agar tidak tertekan rasa takut saat melihat filmnya.
"Unsur horornya kita tampilkan lewat suasana pedesaan, ritual mistis, rumah tua dan gangguan gaib. Namun tetap unsur komedinya akan jadi warna yang dominan dalam ceritanya agar penonton tidak tertekan rasa takut yang terlalu berat," lanjutnya.
Sementara itu, Hana Saraswati yang memerankan Sekar dalam film Dukun Magang ini mengungkapkan kehadirannya dalam film ini untuk mempertemukan cara pandang modern dan tradisi yang diangkat dalam filmnya sehingga dirinya berharap lewat film ini, generasi muda tetap menghargai tradisi dalam satu daerah.
"Menurut aku, Sekar itu karakter yang menarik karena dia punya sisi modern, tapi tetap dekat dengan budaya dan tradisi desanya. Aku mencoba memahami Sekar sebagai sosok yang melihat dunia mistis bukan hanya sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi juga bagian dari kehidupan yang perlu dihargai," tutupnya.
Film Dukun Magang ini akan mengangkat kisah kegundahan seorang mahasiswa tingkat akhir bernama Raka Mahardika yang tengah menyelesaikan skripsinya yang tengah terancam gagal menyelesaikan kuliahnya akibat skripsinya terus menerus ditolak oleh Pak Arief yang merupakan dosen pembimbingnya.
Akhirnya, Raka memilih sebuah tema penelitian tentang praktik perdukunan sebagai konsep skripsinya meski dirinya tidak percaya akan hal mistis. Keputusan mengerjakan konsep itu membawa dirinya menuju Desa Kalimati yang dikenal sebagai wilayah terpencil dengan kondisi masyarakat yang masih mempertahankan tradisi dan ritual mistis.
Meski awalnya dirinya tidak percaya dengan adanya dunia mistis, Raka tetap menjalani penelitiannya tentang praktik perdukunan karena menganggap hal itu sebagai bagian dari kebutuhan akademis untuk bisa menyelesaikan studinya.
Tak hanya sendiri, Raka berangkat ke desa itu bersama sahabatnya bernama Boiman dan Sekar yang dikenal dekat dan memahami kondisi masyarakat Kalimati. Namun sesampainya di desa tersebut, penelitian yang awalnya terlihat sederhana berubah menjadi rangkaian kejadian tak terduga. Raka dan teman-temannya mulai berhadapan dengan berbagai ritual misterius, warga yang menyimpan banyak rahasia, hingga gangguan dari sosok gaib yang dikenal sebagai Kuntilanak Hitam.
Kekacauan itu lantas menimbulkan ketegangan dan meningkat saat Raka tanpa sengaja memicu kemarahan Kuntilanak Hitam yang telah lama terkurung di Desa Kalimati. Teror itu memaksa Raka mempertanyakan keyakinannya sendiri. Mahasiswa yang semula menolak semua hal mistis itu akhirnya harus menghadapi kenyataan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Lalu apakah mereka mampu menyelesaikan misteri itu?
Film ini akan dibintangi Jefan Nathanio, Hana Saraswati, Fajar Nugra, Dodit Mulyanto, Wira Nagara, Mang Osa, Adi Sudirja, Mo Sidik, Yan Patroman, dan Salsabila Zahra. Film Dukun Magang ini akan mulai tayang di bioskop Tanah Air mulai 18 Juni 2026.
Kategori : News
Editor : AHS


